15.4.16

cinta bukan melulu soal cinta

cinta bukan melulu soal siapa yang lebih dulu.
yang telah lama singgah bisa jadi sama rapuhnya
dengan yang sekedar lalu-lalang.

cinta bukan melulu soal detak jantung yang berdegup kencang,
bukan melulu soal pupil yang melebar.
yang telah kehilangan nafasnya
bisa jadi yang semenjak dahulu telah menyimpan asa.

cinta bukan melulu soal hukum tawar-menawar.
saat sudah kehabisan apa yang ditawarkan,
terkadang cinta dengan naifnya
tetap menyambut dengan tangan terbuka.
persetan dengan hukum ekonomi,
yang memberi kurang bisa jadi
telah memberi seluruh yang mereka miliki.

cinta bukan melulu soal mengabaikan ketidaksempurnaan.
justru cinta menerima seutuhnya,
segala kesempurnaan maupun ketidaksempurnaan.
setiap gores dan luka, bukalah mata
dan terimalah mereka dengan utuh.
yang terlihat baik bisa jadi
membuatmu menutup mata atas keburukan mereka.

cinta bukan melulu soal apa yang terlihat,
karena bisa jadi indera kita
dibuatnya luluh lantak di hadapannya.

“tak ada cinta yang muncul mendadak,
karena dia anak kebudayaan,
bukan batu dari langit.”
bumi manusia - pramoedya ananta toer